Sugeng Rawuh | Wilujeng Sumping | Selamet Dheteng | Rahajeng Rauh | Salamaik Datang | Horas | Mejuah-Juah | Nakavamo | Slamate Iyoma| Slamate Illai | Pulih Rawuh | Maimo Lubat |

Kantor Bupati

Nah, setelah semua itu dijalani, kami bertolak meninggalkan komplek Cangkuang, kembali menyeberang dengan rakit. Lalu perjalanan kami lanjutkan ke kantor Bupati Garut, dari pintu keluar kompleks Candi kami naik delman, tarifnya tetap sama, Rp. 5.000, sesampai di persimpangan kami lanjutkan perjalanan dengan angkot menuju Garut, biasanya jurusan Kadungora-Garut, berwarna hijau dengan strip warna emas, tarifnya Rp. 4.000. lumayan jauh kawan, kurang lebih 20menit dari Cangkuang. Menuju kantor Bupati kita akan melewati simpang lima (dihitung-hitung memang lima jumlah simpangnya..he..he). Tapi jangan berhenti di simpang lima ya. Dari simpang lima kita berjalan ke arah kanan, menyebrang dari tempat kita turun menuju Jalan Pembangunan, kurang lebih 200m dari Simpang Lima tadi.

Kami sedikit tersesat disini, karena telah mengabaikan sumber yang terpercaya dan mendengarkan sumber yang lainnya. Menurut sumber yang pertama, kantor bupati terletak di jalan pembangunan dan jaraknya dekat dengan simpang lima. Berhubung simpangnya ada banyak, dan kami tidak tahu pada awalnya (karena sang sumber terpercaya tidak menyebutkan nama jalannya) jika kantor bupati terletak di jalan pembangunan, maka kamipun bertanya kepada bapak-bapak berseragam yang ada disekitar situ, dalam hal ini adalah security sebuah sekolah dasar. Informasi yang diberikan, cukup mengejutkan, karena beliau mengatakan, “waaaah, kantor bupati mah jauh pisan, deket alun-alun, naik angkot dari sini mah”, dilanjutkan sama beliaunya, “naik ini nih, angkot warna biru jurusan rumah sakit”. Kamipun jadi ingat saran sumber terpercaya kami, bahwa untuk menuju alun-alun dari simpang lima harus naik angkot warna biru jurusan rumah sakit.
Kantor Bupati Garut`
Logika kamipun bekerja, pada umumnya, kantor bupati terletak berdekatan dengan alun-alun dan masjid agung. Kamipun naik angkot berwarna biru itu. Tidak sampai 5 menit kamipun terpaksa turun, karena didepan kami terdapat tulisan berbunyi, “KANTOR BUPATI GARUT”. Jika yang disini adalah kantor bupati Garut, lantas apakah yang ada di dekat alun-alun yang dibilang bapak security tadi sebagai kantor bupati?? Kita akan segera tau jawabannya....^^

0 comments:

Post a Comment

Indonesia Barat